Pantai Slopeng merupakan salah satu pantai yang mempesona yang ada di Kabupaten
Sumenep. Memang bila kita mendengar nama Madura yang terbesit di pikiran
kita adalah sebuah pulau yang panas, tandus, kering, sate, kerapan
sapi, kondisi alamnya, dan lain sebagainya, namun di pulau ini tepatnya
di Kabupaten Sumenep, Propinsi Jawa Timur memiliki sebuah pantai yang
tak kalah indahnya dengan pantai-pantai yang ada di Indonesia. Selain
terkenal dengan pantai Lombang, Sumenep juga dikenal dengan pantai
Slopengnya sebagai wisata Indonesia
yang sudah mendunia. Pantai ini terletak di Kecamatan Dasuk, sekitar 21
km dari pusat kota Sumenep atau berjarak sekitar 180an km dari kota Surabaya, atau dapat ditempuh dalam waktu sekitar 6 jam perjalanan melalui Jembatan Suramadu.
Pantai Lombang adalah salah satu pantai yang terletak di kabupaten Sumenep, Madura. Pantai ini tepatnya terletak di sebelah timur Sumenep, kira-kira 25km dari Kota Sumenep tepatnya di Kecamatan Batang-Batang. Pantai Lombang merupakan salah satu wisata alam unggulan di Bumi Sumekar. Di pantai ini, selain deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, para pengunjung juga akan disuguhi dengan rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai.
Gili Labak adalah sebuah pulau kecil yang terletak di dekat pulau Madura, tepatnya di Kecamatan Talang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tidak banyak yang mengetahui adanya sebuah mutiara terpendam pariwisata di Madura. Untuk mencapai tempat ini kita harus menyeberang dulu dari Pelabuhan Kalianget. Perjalanannya 2 jam dari Kalianget jika ombak tidak besar dan 3 jam jika ombak agak naik. Bisa juga dari Pelabuhan Kalianget menuju Talango terlebih dahulu dengan kapal ferry kemudian dilanjutkan ke Gili Labak.
Masjid jamik Penembahan Somala atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Jamik Sumenep merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara. Masjid Jamik Sumenep saat ini telah menjadi salah satu landmark di Pulau Madura. Dibangun Pada pemerintahan Panembahan Somala, Penguasa Negeri Sungenep XXXI, dibangun setelah pembangunan Kompleks Keraton Sumenep, dengan arsitek yang sama yakni Lauw Piango.
Menurut catatan sejarah Sumenep, Pembangunan Masjid Jamik Sumenep dimulai pada tahun 1779 Masehi dan selesai 1787 Masehi. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan pendukung Karaton, yakni sebagai tempat ibadah bagi keluarga Karaton dan Masyarakat, masjid ini adalah masjid kedua yang dibangun oleh keluarga keraton, dimana sebelumnya kompleks masjid berada tepat di belakang keraton yang lebih dikenal dengan nama Masjid laju yang dibangun oleh Kanjeng R. Tumenggung Ario Anggadipa, penguasa Sumenep XXI.
Pulau Mamburit Salah-satu pulau kecil di Sumenep adalah mamburit. Pulau ini memiliki pemandangan laut yang sangat indah. Selain itu , air lautnya sangat jernih dihiasi terumbu karang dan pasir putih. Untuk sampai ke pulau Mamburit , hanya membutuhkan waktu sekitar 20 Menit dari pelabuhan batu guluk, pulau Kangean . Pulau Mamburit adalah salah-satu dusun, dari desa mamburit, kecamatan arjasa pulau kangean Sumenep . Pulau ini merupakan salah satu diantara 126 pulau yang dimiliki Sumenep yang dikelilingi tiga pulau kecil tanpa penghuni.
Pantai Lombang adalah salah satu pantai yang terletak di kabupaten Sumenep, Madura. Pantai ini tepatnya terletak di sebelah timur Sumenep, kira-kira 25km dari Kota Sumenep tepatnya di Kecamatan Batang-Batang. Pantai Lombang merupakan salah satu wisata alam unggulan di Bumi Sumekar. Di pantai ini, selain deburan ombak yang cukup tenang dan pasir putih yang sangat halus, para pengunjung juga akan disuguhi dengan rimbunnya pohon cemara udang yang berjajar mengikuti garis bibir pantai.
Gili Labak adalah sebuah pulau kecil yang terletak di dekat pulau Madura, tepatnya di Kecamatan Talang Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Tidak banyak yang mengetahui adanya sebuah mutiara terpendam pariwisata di Madura. Untuk mencapai tempat ini kita harus menyeberang dulu dari Pelabuhan Kalianget. Perjalanannya 2 jam dari Kalianget jika ombak tidak besar dan 3 jam jika ombak agak naik. Bisa juga dari Pelabuhan Kalianget menuju Talango terlebih dahulu dengan kapal ferry kemudian dilanjutkan ke Gili Labak.
Masjid jamik Penembahan Somala atau lebih dikenal dengan sebutan Masjid Jamik Sumenep merupakan salah satu bangunan 10 masjid tertua dan mempunyai arsitektur yang khas di Nusantara. Masjid Jamik Sumenep saat ini telah menjadi salah satu landmark di Pulau Madura. Dibangun Pada pemerintahan Panembahan Somala, Penguasa Negeri Sungenep XXXI, dibangun setelah pembangunan Kompleks Keraton Sumenep, dengan arsitek yang sama yakni Lauw Piango.
Menurut catatan sejarah Sumenep, Pembangunan Masjid Jamik Sumenep dimulai pada tahun 1779 Masehi dan selesai 1787 Masehi. Bangunan ini merupakan salah satu bangunan pendukung Karaton, yakni sebagai tempat ibadah bagi keluarga Karaton dan Masyarakat, masjid ini adalah masjid kedua yang dibangun oleh keluarga keraton, dimana sebelumnya kompleks masjid berada tepat di belakang keraton yang lebih dikenal dengan nama Masjid laju yang dibangun oleh Kanjeng R. Tumenggung Ario Anggadipa, penguasa Sumenep XXI.
Pulau Mamburit Salah-satu pulau kecil di Sumenep adalah mamburit. Pulau ini memiliki pemandangan laut yang sangat indah. Selain itu , air lautnya sangat jernih dihiasi terumbu karang dan pasir putih. Untuk sampai ke pulau Mamburit , hanya membutuhkan waktu sekitar 20 Menit dari pelabuhan batu guluk, pulau Kangean . Pulau Mamburit adalah salah-satu dusun, dari desa mamburit, kecamatan arjasa pulau kangean Sumenep . Pulau ini merupakan salah satu diantara 126 pulau yang dimiliki Sumenep yang dikelilingi tiga pulau kecil tanpa penghuni.
Pulau ini, dihuni sekitar 150 kepala
keluarga, yang mayoritas hidup dari hasil laut. Air pantai yang jernih
dan terumbu karang serta pasir putihnya, membuat pulau mamburit memiliki
potensi besar untuk dijadikan objek wisata bahari.
Pulau Kangean atau biasa disebut dengan Island Resort Kangean berjarak sekitar 100 km dari Sumenep. Transportasi yang ada saat ini adalah kapal laut
yang dikelola PT Dharma Lautan Indonesia dan Sumekar Line (milik Pemkab
Sumenep)dengan transportasi ini bisa di tempuh dalam waktu 11 sampai 12
jam dari pelabuhan kalianget ke pelabuhan batu gulok kangean. selain
dengan adanya kapal Pemda Sumenep ada juga Kapal Express dari perusahaan
swasta yang hanya memerlukan waktu 3,5 jam untuk menempuh jarak
tersebut. Dengan transportasi ini masyarakat Kangean dapat melakukan
perjalanan baik urusan personal maupun urusan muat barang. http://fkmspotrekoneng.blogspot.com/2012/03/menjelajah-56-pulau-di-kabupaten.html
Api tak kunjung padam,
sebuah sebuah tempat wisata yang begitu menakjubkan terdapat di Pulau
Madura bagian timur ini, tepatnya terletak di desa Larangan Tokol,
Kecamatan Tlanakan Kabupaten Pamekasan yang berjarak 4 km kearah selatan
dari kota pamekasan. Jengkah begitu
masyarakat setempat menyebut tempat wisata ini. tempat ini sangat unik
karena wisata alam seperti ini hanya ada 2 di Indonesia. tempat wisata
yang biasa disebut sebagai api tak kunjung padam ini
merupakan sebuah wisata alam yang masih alami, sebuah wisata yang boleh
dibilang hot (panas) karena wisata ini berkaitan dengan pesona
pemandangan api yang tak pernah mati (abadi).
Air Terjun Toroan memiliki keunikan tersendiri karena
curahan terjunan airnya langsung jatuh ke laut lepas, ke laut Jawa. Air
terjun ini berketinggian
kira-kira 20 m.
Air Terjun Toroan dikelilingi dengan banyaknya pepohonan rindang di sekitarnya sehingga udara cukup sejuk dan asri. Batu-batu yang besar dan masih utuh, mampu menahan gelombang ombak dan pasirnya masih bersih di sepanjang bibir pantai. Dengan demikian keadaan alam di sekitar air terjun ini masih sangat alami. Belum tersentuh oleh penambang pasir laut dan belum dikotori oleh coretan-coretan tangan. Bahkan disini di sore hari dapat menyaksikan matahari terbenam.
Air Terjun Toroan dikelilingi dengan banyaknya pepohonan rindang di sekitarnya sehingga udara cukup sejuk dan asri. Batu-batu yang besar dan masih utuh, mampu menahan gelombang ombak dan pasirnya masih bersih di sepanjang bibir pantai. Dengan demikian keadaan alam di sekitar air terjun ini masih sangat alami. Belum tersentuh oleh penambang pasir laut dan belum dikotori oleh coretan-coretan tangan. Bahkan disini di sore hari dapat menyaksikan matahari terbenam.
Berjarak kurang lebih 3 km dari ibukota Kecamatan atau 43 km dari Kota
Sampang. Untuk menuju ke tempat tersebut sangatlah mudah, juga banyak
angkutan menuju kesana.
Untuk mencapai Desa Ketapang turun di perempatan Barisan atau di SMAN 1 Sampang. Selanjutnya naik angkutan kota ke jurusan Ketapang selama kurang lebih 1 jam perjalanan dengan ongkos 10000 rupiah.
Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua dapat dibawa dan diletakkan di dekat air terjun. Sedangkan yang membawa kendaran pribadi roda empat dapat menitipkan kendaraannya di rumah pendudukl. Selanjutnya diteruskan dengan berjalan kaki menuruni lembah curam dengan jalan setapak sejauh 50 m. Atau juga dengan mengitari bibir pantai dengan batu - batu karang dan sisa genangan air laut untuk bisa menuju Air Terjun Toroan ini.
Untuk mencapai Desa Ketapang turun di perempatan Barisan atau di SMAN 1 Sampang. Selanjutnya naik angkutan kota ke jurusan Ketapang selama kurang lebih 1 jam perjalanan dengan ongkos 10000 rupiah.
Bagi yang menggunakan kendaraan roda dua dapat dibawa dan diletakkan di dekat air terjun. Sedangkan yang membawa kendaran pribadi roda empat dapat menitipkan kendaraannya di rumah pendudukl. Selanjutnya diteruskan dengan berjalan kaki menuruni lembah curam dengan jalan setapak sejauh 50 m. Atau juga dengan mengitari bibir pantai dengan batu - batu karang dan sisa genangan air laut untuk bisa menuju Air Terjun Toroan ini.







Tidak ada komentar:
Posting Komentar